Sabtu, 30 Agustus 2008

Waspadai penyakit penis bengkok


Penis bengkok, pasti bikin cemas dan minder. Tak perlu khawatir karena penis bengkok bukan sesuatu yang berbahaya dan tak begitu menganggu aktivitas seksual, selama Anda bisa menyiasatinya. Meskipun kondisi tersebut tidak berbahaya, namun untuk beberapa individu pasti merasa tak nyaman. Jika bengkoknya disertai rasa sakit, mungkin ada gangguan dengan Mr P Anda, bisa jadi Anda mengalami Peyronie.

Apa itu Peyronie?

Istilah Peyronie mungkin masih awam untuk sebagian orang, karena memang Peyronie tak sepopuler gangguan penis lainnya, seperti impotensi atau ejakulasi dini. Peyronie adalah terbentuknya jaringan (plak) pada penis, biasanya jaringan ini makin mengeras pada salah satu sisi, yang membuat penis melengkung saat ereksi. Penis melengkung menyerupai bulan sabit atau sebagian ujungnya menyerupai huruf J. Beberapa pria berpenis bengkok mengalami kesulitan saat berhubungan seksual.

Sampai saat ini penyebab Peyronie belum diketahui secara pasti. Menurut situs mayoclinic, penyebab penyakit ini antara lain karena trauma (luka) pada penis, misalnya karena pecahnya pembuluh darah dibagian dalam penis akibat hubungan sex yang terlalu kuat. Penyembuhan yang tidak sempurna dapat menyebabkan timbunan plak di area penis. Penyebab lain bisa karena penyakit autoimun, ketidaknormalan kolagen, dan efek samping dari obat
Setiap pria bisa saja mengalami Peyronie, umumnya banyak dijumpai pada pria berusia tengah baya (40-50 tahun), meskipun tak menutup kemungkinan terjadi pada usia 18 tahun. Bahkan sekitar 80 ribu pria di Inggris mengalami kondisi ini.

Gejala-gejala peyronie

Tiga gejala penis bengkok (Peyronie):
- terdapat benjolan keras pada batang penis
- rasa sakit saat ereksi
- penis bengkok saat ereksi

Jaringan mengeras menimbulkan rasa sakit, yang bisa memicu impotensi. Penis bisa bengkok ke arah kiri dan kanan, meskipun dari banyak kasus yang terjadi penis lebih banyak membengkok keatas. Jika Anda perhatikan penis membengkok dengan tiba-tiba dan cenderung makin berkembang dalam satu sampai tiga bulan. Gejala tersebut lebih sering terjadi dalam keadaan ereksi.

Yang harus dilakukan

Saat Anda merasakan sakit dan terdapat benjolan tak normal di penis anda, segera kunjungi dokter Anda, dan jika memang Anda didiagnosa mengalami Peyronie, tanyakan pengobatan apa yang harus Anda jalani.

Jika dokter Anda tak bisa membantu, jangan ragu meminta rujukan untuk berkonsultsi ke dokter spesialis kelamin dan masalah kesehatan organ seksual, ataupun mengunjungi klinik seksual. Terkadang gangguan ini bisa hilang dengan sendirinya meskipun memakan waktu dan tergantung kondisi tubuh penderita. Sebab, jaringan dalam tubuh selalu aktif beregenerasi, tubuh secara otomatis akan mengganti jaringan-jaringan yang rusak dengan jaringan yang baru.
.
Pengobatan

Meskipun tak semua penderita gangguan penis bengkok (peyronie) butuh pengobatan, namun tak ada salahnya mengikuti anjuran berikut:

  • Suplementasi PABA (Para amino benzoic acid). Menurut Dr. Walker, penulis buku Sexual Nutrition, memilih memulihkan kasus ini dengan PABA. Dengan pasokan PABA yang cukup jaringan fibrosis pada penis akan lebih banyak mendapatkan oksigen, yang membuat penis lebih lentur dan tidak kaku lagi. Akhirnya kelengkungan penis berangsur-angsur berkurang. Suplementasi PABA sebaiknya dikonsumsi dalam dosis standar, agar aman. Bila tanpa pengawasan dokter, cukup 12 gram per hari, yang diberikan enam kali dalam sehari masing-masing empat butir @500mg.

  • Untuk tahap awal dan mencegah terbentuknya pengerasan jaringan, tablet Tamoxifen bisa mengatasinya. Tablet ini biasanya digunakan dalam pengobatan kanker payudara, meskipun tak ada hubungan sama sekali diantara keduanya.

  • Vitamin E yang terbukti efektif mengurangi rasa sakit dan kelainan penyakit.

  • Verapamil, sering digunakan dalam pengobatan darah tinggi, terbukti bisa mengurangi ukuran plak dan menurunkan rasa sakit dengan menyuntikkannya secara langsung ke plak.

  • Terapi kejut Extracorporeal atau ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy), pengobatan baru yang digunakan dibeberapa rumah sakit. Pengobatan baru ini terbukti efektif, sampai saat ini belum ada laporan efek samping pengobatan ini dalam jangka panjang.

  • Operasi hanya dilakukan jika Anda memang telah menderita Peyronie dalam kondisi parah selama setahun atau lebih, atau bahkan tak mengalami kemajuan dalam jangka waktu tiga bulan. Ada dua jenis prosedur Operasi. Prosedur Nesbitt, prosedur ini dilakukan dengan menghilangkan jaringan yang menyebabkan bengkok dan memulihkan penis kembali normal (lurus). Prosedur lainnya dengan pencangkokan atau menggunakan bagian urat darah dalam jaringan untuk memperluas area. Dalam beberapa kasus implantasi penile prosthesis juga dianjurkan.

Trik berhubungan seks

Tak perlu cemas, penis bengkok tak berarti tak bisa memuaskan pasangan. Anda bisa menyiasatinya dengan mengubah gaya bercinta Anda. Posisi Woman on Top (WOT), memudahkan Anda mengatur kedalaman penetrasi atau mengontrol gerakan selama bercinta.
Gaya spooning juga bisa Anda lakukan, caranya, minta pasangan berbaring menyamping dan membelakangi Anda, lakukan penetrasi dari arah belakang.

Akan sangat membantu sekali jika Anda mau berkomunikasi dengan pasangan, dukungan dan pengertian pasangan akan membantu menekan kekhawatiran dan kecemasan Anda saat berhubungan seks. (ndrip, sumber :kapanlagi, nirmala, mayoclinic, peyronie.org)

Awas... Kanker Payudara :Ingin Tampil Menawan.. Payudara Jadi Korban

www.cariobat.blogspot.com Setiap wanita menginginkan tampil cantik, menarik dan menawan, dan kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan oleh seorang wanita. Segala upaya dilakukan antara lain dengan memoles tubuhnya dengan beragam kosmetika. Tapi apakah mereka menyadari bahwa dibalik penggunaan produk kosmetika ada resiko yang harus dibayar mahal yaitu resiko terjadinya kanker payudara.

Kanker payudara adalah kanker ganas kedua yang paling banyak menyerang wanita setelah kanker leher rahim, dan kurang lebih 60-80% ditemukan pada stadium lanjut yang dapat berakibat fatal. Studi epidemiologi menyebutkan bahwa 90% kanker payudara berkaitan atau disebabkan oleh faktor lingkungan. Penyebab dasar dari faktor lingkungan masih terus diidentifikasi dan rupanya penggunaan kosmetika atau produk perawatan tubuh lainnya ikut berperan didalam terjadinya kanker payudara pasalnya didalam produk-produk tersebut ditemui zat yang menurut penelitian terakhir dapat mengganggu kesehatan payudara.

Parabens adalah zat yang ditengarai dapat menyebabkan resiko kanker payudara. Parabens digunakan sebagai bahan pengawet kimiawi untuk menghambat pertumbuhan bakteri, khamir dan jamur, yang ditambahkan pada ribuan produk kosmetika & perawatan tubuh (seperti kondisioner, deodoran, sampo, bedak, pasta gigi, krim pembersih, antiprespiran/antikeringat), makanan dan produk farmasi, dengan konsentrasi hingga 0.8%.
.
Parabens dikemasan produk mempunyai banyak nama lain seperti methyl-, ethyl-, propyl- atau butyl-parabens, dan dapat secara cepat diserap oleh usus dan darah, juga dapat diserap lewat kulit. Lebih dari 12 studi pada hewan dan kultur jaringan, menunjukkan bahwa parabens bersifat oestrogenik yang dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan memicu pertumbuhan tumor pada jaringan payudara manusia.

Penelitian terakhir menyebutkan 5 jenis parabens ditemukan pada 18 dari 20 orang penderita kanker payudara. (J Appl Toxicol 24:5-13.). Walaupun penelitian terakhir ini tidak menunjukkan hubungan langsung antara parabens dan kanker payudara tapi ini menjadi perhatian khusus bagi produsen dan pengguna kosmetika didalam upaya pencegahan kanker payudara. Penulusuran kami menemukan bahwa zat ini juga digunakan pada produk perawatan bayi. Kami juga mengamati bahwa mereka yang mengikuti analisa sel darah dan mempunyai gangguan ketidakseimbangan hormonal, kanker payudara atau masalah limfatik, tak jarang diantara mereka mempunyai riwayat menggunakan deodoran atau antiprespiran atau produk-produk yang diduga oestrogenik.

Zat lain yang diduga bersifat oestrogenik adalah phthalates yang digunakan dalam pembuatan plastik (plasticizers) dan Cyclosiloxane yang digunakan sebagai kondisioner dan agen penyebar pada produk kosmetika.

Aluminium adalah masalah lain yang juga berdampak negatif bagi kesehatan payudara. Aluminium sering digunakan pada produk deodoran antiprespiran (antikeringat), dan studi memperlihatkan wanita yang mempunyai kanker payudara memiliki aluminium jauh lebih tinggi terutama didaerah ketiak. Walaupun aluminium dikenal beracun tapi garam aluminium (aluminium chloride, aluminium chlorhydrate, aluminium zirconium chlorhydrate) sering diijinkan dalam dosis tinggi, padahal menurut studi pada hewan dan manusia , zat ini bisa masuk lewat kulit.

Menanggapi hal tersebut, produsen yang menggunakan parabens atau zat lainnya yang disinyalir berbahaya menyatakan bahwa zat ini telah digunakan luas lebih dari 50 tahun dan tidak ada kaitannya dengan kanker payudara dan ini seakan diiyakan saja oleh The American Cancer Society. Namun masih ingatkah anda akan kasus Vioxx, obat pereda nyeri yang sekarang ini sudah ditarik dari peredaran karena dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Obat ini telah digunakan lebih dari 84 juta orang didunia, sejak diperkenalkan tahun 1999. Pemakai sudah jutaan, dan indikasi efek samping sudah ada, tapi mengapa baru tahun 2004, obat ini ditarik dari peredaran. Contoh lainnya formalin (formaldehid) telah lama digunakan tapi baru sekarang-sekarang kita baru menyadari kalau zat tersebut juga bisa beresiko pada kesehatan bila salah didalam penggunaannya.

Parabens adalah hanya salah satu contoh dari ribuan zat kimia yang digunakan didalam industri komersial. Di negri Paman Sam, ada sekitar 70.000 zat kimia yang digunakan dalam industri komersial, dan menurut EPA, 65.000 diantaranya potensial menimbulkan resiko bagi kesehatan manusia. Sementara itu, lebih dari 6.000 zat kima baru di tes setiap minggunya !

Lalu bagaimana menghadapi serbuan zat kimia berbahaya yang bertubi-tubi siap dan mungkin sudah masuk ke tubuh kita. Disadari atau tidak, kita setiap hari memasukkan zat tersebut kedalam tubuh kita, bisa karena faktor keterbatasan pilihan ataupun faktor ketidaktahuan mengingat zat kimia tertentu mempunyai banyak nama atau memang pihak produsen sengaja tidak mencantumkan didalam label.

Tidak ada jalan lain selain kita harus mengeluarkannya dan mulai sekarang jeli memilih produk yang hendak dipakai termasuk produk kosmetika. Hentikan penggunaan kosmetika atau produk yang terutama diduga mengandung parabens atau zat yang bersifat oestrogenik. Jaga kebersihan badan, bila ingin menghindari bau ketiak, anda bisa lakukan cara seperti menghapus keringat dari permukaan kulit, mencuci ketiak dengan air dan bila perlu mencukur bulu ketiak untuk mengurangi keringat yang terperangkap yang dapat menimbulkan bau. Selamat mencoba. (hendri priadi /ndrip-dari berbagai sumber)

Jumat, 29 Agustus 2008

SADARI- Pemeriksaan Payudara Sendiri

www.cariobat.blogspot.comSetiap wanita yang sudah mengalami mentruasi dianjurkan sekali untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Mudah dilakukan namun memberikan hasil yang baik untuk mengetahui kelainan yang ada pada payudara.

Jika SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini. Sebaiknya SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang paling tepat untuk melakukan SADARI adalah 7-10 hari sesudah hari 1 menstruasi. Bagi wanita pasca menopause, SADARI bisa dilakukan kapan saja, tetapi secara rutin dilakuka setiap bulan (misalnya setiap awal bulan).

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

  1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
  2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.
  3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
  4. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.
  5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu. Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.
  6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri.

Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.




Selasa, 12 Agustus 2008

PENGARUH OBAT KUAT PADA PRIA

BENARKAH obat kuat ada pengaruhnya bagi kaum pria, terutama kaum pria yang merasa dirinya "loyo" ? Mungkin, bahan dan senyawa itu mampu menambah gairah seks, dan mungkin juga dapat meningkatkan sensasi seksual atau bisa jadi hanya sekadar sugesti belaka. Tetapi sampai saat ini pria, terutama yang suka minum-minuman tradisional sangat mempercayai khasiatnya. Sebenarnya dengan mengonsumsi obat ini, potensi seks seorang pria tetap tidak bertambah, mungkin hanya memacu jantung menjadi berdebar kencang.

Jika yang dimaksudkan dengan obat kuat seks terbatas pada kuatnya seorang pria mempertahankan ereksinya, atau bahkan sampai menunda ejakulasinya, tidak lebih disebabkan oleh teknik dan kebiasaan, dan bukan karena obat.
Bahkan obat oles/balur yang biasa dipakai pada buah zakar hanya membuat zakar mati rasa, tidak berarti menambah kekuatan seks pria. Jadi, obat-obat kuat yang mempunyai predikat "obat kuat sejati" itu, atau dengan cara memakan daging-dagingan, telur setengah matang, ataupun susu, pikiran akan tenang dan Anda hanya cukup menggerakkan badan saja, maka komunikasi seks suami-istri akan sehat dan lancar.

Suami paham harus "membagaimanakan" istri dan istri memberitahukan keinginannya kepada suami, apa dan bagaimana seharusnya suaminya memperlakukannya selama bercinta.
Penyebab suami menjadi loyo sebenarnya juga bukan cuma satu, bisa saja disebabkan oleh menurunnya gairah pada saat potensi Anda normal, akan tetapi pikiran menghambat kinerja seksual. Pasangan (pria) juga bisa loyo akibat kencing manis, minum obat darah tinggi terlalu lama, atau setelah melakukan operasi prostat atau disebabkan karena penyakit prostatnya itu sendiri.

Keadaan ini bisa dikatakan normal bila kinerja seksual pria berangsur-angsur menurun dengan bertambahnya usia. Hal ini sejalan dengan semakin menurunnya hormon seks di dalam tubuhnya. Hanya saja untuk kasus ini, pemberian tambahan hormon lewat suntikan atau diminum akan memperbaiki seks performance pria.

Untuk jenis keloyoan dan ketidakmampuan suami lainnya perlu dilakukan pelacakan penyebabnya. Bila setelah melakukan koreksi ternyata bukan disebabkan oleh faktor hormon, maka penampilan suami dapat teratasi. Untuk itu sebaiknya Anda mengonsultasikannya ke dokter Anda.

Dengan begitu Anda dapat mengetahui obat apa saja yang harus dikonsumsi, dihentikan atau tidak. Selain itu Anda juga dapat melakukan konsultasi kejiwaan, memerlukan suntikan penis pada penderita kencing manis yang sudah lama, atau terapi lainnya.

Jadi, sekali lagi, jangan mudah terpengaruh oleh mitos seks yang menyesatkan, apalagi sampai men-cap suami Anda seorang yang mandul.

MITOS DARAH dan KEPERAWANAN

MEMANG, sekarang bukan zamannya lagi wanita itu harus perawan dan mengeluarkan darah perawannya pada saat malam pertama dengan pasangan sahnya. Karena, tidak tertutup kemungkinan pria masih perjaka pada saat malam pertama, bukan? Jadi, jangan hanya wanita saja yang dituntut untuk se-perfect mungkin mempertahankan keperawanannya. Karena tidak fair jika seorang pria yang sudah tidak perjaka lagi menuntut pasangannya masih perawan, pada saat malam pertama mereka.
Perhatikan saja mitos-mitos berikut ini:

Mitos mengenai jika seorang wanita pada malam pertama tidak mengeluarkan darah perawannya, maka ia berarti sudah tidak perawan lagi.
Benarkah begitu?

Tidak juga! Berdarah atau tidaknya seorang wanita pada malam pengantin tidak membuktikan kegadisannya. Karena ada jenis selaput dara yang lebih tebal dari biasanya, lebih kenyal, dan lebih kaku, sehingga tidak berdarah waktu malam pengantin - dan tidak tertutup kemungkinan untuk tidak berdarah pada malam-malam berikutnya. Ada jenis selaput dara yang baru akan koyak atau sobek saat melahirkan anak.

Ada juga mitos yang mengatakan kalau wanita yang sudah tidak perawan lagi kelihatan dari luarnya. Apa iya?

Tidak benar! Tidak ada tanda yang pasti dan kelihatan dengan jelas yang menunjukkan seorang wanita sudah tidak gadis lagi. Untuk membuktikan kegadisan seorang wanita hanya dapat dilakukan melalui visum et repertum oleh dokter kandungan. Dan tanpa bukti itu, orang lain tidak dapat menuduh seenaknya kalau wanita tersebut sudah tidak gadis lagi, sekalipun pada malam pengantin tidak mengeluarkan darah perawannya.

Ada lagi mitos yang mengatakan kalau pria umumnya dapat mengetahui ada perbedaan bercinta dengan wanita yang masih gadis dan dengan wanita yang sudah tidak gadis lagi, dan pria dapat merasakan perbedaan ketidakperawanan akibat kecelakaan dan akibat pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya.

Tidak betul! Keperawanan seorang istri tidak menentukan kepuasan seksual suaminya. Malah sebenarnya, pria memerlukan upaya yang lebih keras untuk wanita yang masih gadis, dan tidak jarang dalam upaya ini malah menimbulkan sensasi yang tidak mengenakkan ataupun ketidakpuasan dari pihak suami. Kalaupun ada cerita tentang kepuasan seksual pria diperoleh dari wanita yang masih gadis hanyalah disebabkan oleh cerita burung tentang kondisi seksual wanita rata-rata yang sudah melahirkan anak.

Namun penyebab kondisi seksual istri setelah melahirkan anak, bukan kondisi sudah tidak ada kegadisannya, melainkan oleh kurang rapatnya jahitan pada saluran vagina akibat sayatan gunting selama dan setelah melahirkan. Jika kerapatannya memadai, maka lubang pasti akan kelihatan dan terasa sempit. Jadi, kesalahan bisa saja berada pada pihak dokter yang menangani persalinan.

Dan perbedaan tidak perawan akibat kecelakaan ataupun akibat pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya juga tidak dapat dipastikan oleh setiap pria. Bahkan suami atau pria dapat terkecoh oleh adanya darah yang keluar pada malam pertama, sebab memang tidak bisa dibedakan, bukan saja penyebab ketidakperawanannya. Untuk mengetahui ketidakperawanan hanya dengan sensasi seksual yang agaknya tidak terasa hebat lagi di pihak wanita. Dikecoh dengan sekadar keluarnya darah sewaktu bersenggama, mana ada pria yang tahu ?

Ada juga sebagian wanita yang mempercayai kalau operasi selaput dara (bedah plastik) dapat mengembalikan selaput dara yang sudah tidak utuh, dan ada juga mitos yang mengatakan kalau suami dapat membedakan darah malam pertama itu adalah darah perawan, ataukah darah perawan yang sudah pernah dioperasi plastik.

Pernyataan seperti itu belum tentu benar. Sebab ada dua jenis bedah plastik, yaitu bedah yang benar-benar bisa mengganti selaput dara yang sudah sobek dan bedah yang hanya sekadar mengaitkan kembali selaput dara yang sudah sobek. Dengan tujuan agar bisa berdarah lagi pada malam pengantin. Jika diperiksa, selaput daranya akan terlihat masih sobek dan sudah tidak utuh lagi.

Sedangkan mengenai suami yang dapat membedakan darah perawan asli atau darah perawan yang sudah direparasi, adalah tidak benar sama sekali. Pria, suami Anda tidak mungkin dapat membedakannya. Karena jika darah menjadi bukti perawan tidaknya seorang wanita, bedah plastik bisa mengecoh setiap pria/suami, bukan? Jadi, tidak ada perbedaan darah itu berasal dari keperawanan atau dari selaput dara yang sudah sobek lalu direparasi supaya dapat berdarah lagi.

Lain dari semua itu, penelitian membuktikan bahwa selaput dara seorang wanita dapat koyak hanya bila wanita tersebut melakukan masturbasi dengan jari tangan ataupun dengan bantuan benda tumpul lainnya. Dengan bukti itu, tentu saja mitos yang mengatakan bahwa selaput dara seorang wanita tidak akan koyak bila melakukan masturbasi dengan jari tangan ataupun benda tumpul. Karena letak selaput dara tidak jauh dengan muara vagina. Dan begitu mudah dijangkau oleh jari tangan atau benda seukuran panjang jemari tangan. Memang, tidak mudah mengoyak selaput dara, namun bukan kejadian mustahil bila terkoyak lewat masturbasi.

Dan anggapan "Semua janda tidak perawan!", belum tentu benar sama sekali. Jangan menghakimi para janda dengan pernyataan seperti itu. Itu sangat tidak adil dan kelihatan mengintimidasi para janda. Karena ada juga status janda secara hukum, tetapi belum secara biologis. Misalnya, janda yang menikah dengan suami homo, janda yang suaminya belum pernah menyentuhnya karena alasan apapun, atau janda yang mempunyai jenis selaput dara yang tergolong susah terkoyak dan belum mempunyai anak. Jadi belum tentu janda itu tidak gadis lagi, bukan?

Mitos lain, yang mungkin akan ditertawai wanita, adalah mitos yang mengatakan bahwa seorang pria akan awet muda bila sering memerawani gadis. Entah, datang dari mana mitos ini. tetapi jangan percaya wahai kaum pria! Tidak ada kolerasi antara sering melakukan kegiatan seksual dengan gadis dan keampuhan mengawetkan diri Anda (pria). Sebab, untuk menjadi awet muda, baik pria maupun wanita memerlukan unsur lainnya. Bahwa melakukan kegiatan seksual yang lebih aktif dengan wanita lain selain istri Anda, mungkin benar lebih membuat seorang pria lebih bergairah dalam hidupnya. Untuk itu, tak perlu harus dengan yang masih gadis - bisa dengan siapa saja.Sumber: Mitos seputar seks, Dr. Handrawan Nadesul

DOUCHING alias CUCI VAGINA

Bisa Merusakkan Selaput Dara Seorang Perawan

ANDA mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah Douching atau Cuci Vagina. Oleh sejumlah besar wanita selebritis, kegiatan ini menjadi rutinitas yang harus dilakukan untuk memberikan kepuasan seks tersendiri. Tetapi sebenarnya cuci vagina hanya patut dilakukan pada kondisi tertentu dan bila terpaksa. Itu pun harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang ahli.Biasanya Douching akan dilakukan bila memang ada sesuatu yang diyakini akan menjadi bakteri dan kuman yang akan membahayakan bagi vagina itu sendiri. Atau mereka merasakan ada inveksi pada vagina atau ada sesuatu yang "tak diinginkan" ke luar dari alat reproduksi tersebut.
Namun dengan maraknya alat atau cairan untuk memproses cuci vagina dijual bebas di pasar maka tak ayal lagi banyak wanita yang melakukan douching tak sebagaimana mestinya. Misalnya karena mereka berpendapat bahwa mereka akan merasakan segar setelah atau sebelum melakukan hubungan seks atau sehabis mens. Mereka juga berpendapat bahwa douching merupakan sarana kontrasepsi. Padahal hal tersebut nyata-nyata salah karena sperma akan langsung mencari indung telur dengan kecepatan yang fantastis setelah 15 detik pria berejakulasi.

Dalam vagina wanita memang banyak terdapat kehidupan, termasuk bakteri, kuman atau jamur. Apabila seorang wanita melakukan douching, maka ada kemungkinan sel-sel yang hidup di dalamnya akan terbunuh sehingga mengakibatkan kehidupan yang ada di dalamnya tidak seimbang. Akibat yang bisa ditimbulkan apabila salah satu sel di dalam vagina terganggu, adalah timbulnya keputihan atau menyebabkan vagina berbau tak enak. Selain douching faktor lain yang juga menimbulkan keputihan adalah minum antibiotik.

Untuk itu dianjurkan berkonsultasilah terlebih dahulu. Bagi wanita yang belum pernah menikah, alat untuk melakukan douching dapat merusak selaput perawan. Bagi mereka yang sudah menikah, douching lebih bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit yang akan menyerang ke liang vagina. Hal ini karena anatomi alat reproduksi wanita itu sangat rawan sehingga sangat dimungkinkan terjadi kontaminasi.

Namun perlu diketahui bahwa pada kenyataannya vagina yang sehat akan mampu memelihara diri sendiri. Selaput lendir bagian dalam vagina membentuk semacam getah yang secara terus menerus membersihkan vagina, meski saat haid sekalipun. Pendek kata douching tak perlu dilakukan bila vagina dapat terjaga kesehatan dan kebersihannya. Dengan cara apa? Dengan cara menjaga gaya hidup dan vulva vaginanya.Anda juga dianjurkan untuk membasuh kemaluan masing-masing sebelum melakukan hubungan suami-istri. Selain itu Anda juga dianjurkan untuk tidak menggunakan tissu dan hindari pemakaian antibiotik bila selesai membuang air kecil. Jadi Anda tidak perlu melakukan douching jika Anda merasa yakin telah menjaga kebersihan vagina dengan baik dan wajar.

Hubungan Seks Di Masa Kehamilan

SALAH satu anggapan yang beredar luas dalam masyarakat adalah, pasangan harus sesering mungkin melakukan hubungan seksual selama masa hamil agar cabang bayi dapat tumbuh subur dan sehat di dalam rahim. Alasannya, karena saat berhubungan seksual, bayi akan mendapatkan siraman cairan sperma. Padahal anggapan ini sama sekali tidak benar. Tapi karena telah menjadi mitos yang beredar dari generasi ke generasi, maka masyarakat tetap saja menganggapnya sebagai satu kebenaran.

Sebenarnya, tidak ada hubungannya antara sering berhubungan seksual dengan perkembangan bayi di dalam rahim. Apalagi dengan alasan karena disiram dengan sperma. Kebenarannya adalah, setelah terjadi kehamilan, tidak ada pengaruh dan tidak ada hubungan lagi antara sperma dengan buah kehamilan itu. Dalam arti, hubungan seksual yang dilakukan selama masa kehamilan, apalagi pada saat spermatozoa masuk ke dalam rahim, tidak sedikitpun akan mempengaruhi kehamilan yang ada.

Jadi, sehat dan suburnya bayi dalam kandungan tidak terpengaruh oleh ada tidaknya sperma di sekelilingnya. Yang benar adalah, kualitas sel spermatozoa yang telah membuahi sel telur akan membuahkan kesehatan yang baik pada kehamilan yang sedang terjadi.

Ada juga anggapan lain yang bertentangan dengan anggapan ini, yaitu kita tidak boleh melakukan hubungan seksual selama masa hamil karena dapat mengganggu perkembangan bayi. Anggapan ini juga tidak beralasan dan tidak benar. Sebaliknya, ada anggapan lain yang menyatakan bahwa suatu hubungan seksual tidak akan menimbulkan akibat apapun terhadap kehamilan, sehingga boleh saja dilakukan seperti dan sesering yang kita mau. Namun, sekali lagi, anggapan ini juga tidak selalu benar.

Bagaimana yang benar?

Kebenaran yang sesungguhnya adalah kehamilan memang mempengaruhi aktivitas seksual. Buktinya, sebagian besar wanita mengatakan bahwa saat hamil, dorongan seksualnya meningkat drastis. Tetapi, sebagian wanita lainnya mengaku kalau kehamilan tidak mempengaruhi gairah seksualnya. Sementara yang lain mengatakan bahwa kehamilan justru menekan atau menurunkan dorongan seksual mereka.

Tapi mengapa perbedaan itu terjadi? Perbedaan ini sebenarnya ditentukan oleh sejauh mana perubahan fisik dan psikis yang terjadi selama masa kehamilan, berpengaruh terhadap kesehatan dan fungsi seksual wanita hamil. Selain itu, hal ini tentu saja dipengaruhi oleh sikap dan perilaku seksual suami/pasangannya.

Maka terdapat perbedaan dalam perilaku seksual wanita hamil dan pasangannya. Sebagian pasangan kebanyakan tidak melakukan hubungan seksual pada kehamilan usia lanjut, dikarenakan oleh perut pasangannya yang sudah menonjol terlalu besar. Sehingga membuatnya kesulitan dan dapat mengganggu kenikmatan bercinta. Selain itu keduanya khawatir pada bayi yang sudah membesar di dalam kandungan. Tetapi, sebagian pasangan lainnya memilih tetap melakukannya dengan posisi-posisi tertentu, atau melakukan aktivitas seksual lainnya.
Wanita dalam usia kehamilan sekitar tiga bulan biasanya mengutarakan keluhan berbeda dan memperlihatkan perilaku seksual yang berbeda pula. Seperti wanita yang mengalami keluhan muntah-muntah hebat, pasti turun gairah seksualnya. Keadaan ini mudah dipahami karena biasanya wanita yang sedang hamil muda memang biasanya muntah-muntah, dan hal ini sudah umum terjadi.

Tetapi sebagian wanita yang tidak mempunyai masalah dengan muntah-muntah biasanya justru mengalami peningkatan gairah seksual. Mereka biasanya akan meminta pasangannya untuk bercinta lebih sering dari biasanya. Tentu saja, Anda sebagai pasangan yang baik seharusnya meluruskan permintaan itu. Lagipula, bercinta dengan wanita hamil biasanya menimbulkan seni dan keasyikan tersendiri.

Kalau Anda (suami) tidak mengabulkan permintaan pasangan Anda, maka biasanya dorongan seksual wanita akan hilang, dan mungkin saja berlanjut pada setiapkali ia hamil. Akibatnya frekuensi hubungan seksual akan semakin jarang. Nah, lebih baik Anda mengabulkannya daripada mempunyai anggapan yang negatif karena terlalu protektif terhadap istri yang sedang hamil.

Sebenarnya, selama tiga bulan masa kehamilan, 80-90 persen wanita hamil mengalami peningkatan gairah dan reaksi seksualnya. Kenyataannya, banyak pria yang gemar melakukan hubungan seksual ketika pasangannya hamil tiga bulan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya gairah dan reaksi seksual pasangannya yang sedang hamil itu. Sebab lainnya mungkin suhu vagina yang menjadi semakin hangat dari biasanya pada masa hamil, sehingga lebih memberikan rangsangan seksual yang lebih erotik.

Sebaliknya, selama tiga bulan terakhir masa kehamilan, umumnya wanita merasakan kelelahan yang berlebihan yang berakibat menurunnya tingkat gairah seksual dan menurunnya frekuensi hubungan seksual. Di pihak pria, mereka biasanya enggan melakukan hubungan seksual dengan alasan demi kesehatan bayi di dalam kandungan.

Sementara pihak wanita sendiri sebenarnya tidak menduga bahwa fisiknya yang semakin membesar tidak lagi mempunyai pesona seksual bagi pasangannya. Oleh sebab itu, mereka menganggap tidak aneh kalau suami mereka tidak tertarik melakukan hubungan seksual pada masa itu.

Sebaliknya, kalau kehamilan mempengaruhi hubungan seksual, maka hubungan seksual juga mempengaruhi kehamilan. Tetapi, yang pasti tidak akan membuat bayi di dalam rahim meejadi lebih subur. Pengaruh hubungan seksual terhadap kehamilan harus dilihat berdasarkan perubahan anatomis dan fisiologis yang terjadi pada wanita selama mengalami siklus reaksi seksual. Karena sebuah reaksi seksual yang sempurna berlangsung melalui empat fase reaksi seksual (rangsangan, datar, orgasme, dan resolusi). Genital dan bagian-bagian tubuh lain akan mengalami perubahan anatomis dan fisiologis selama fase-fase ini, baik pada pria maupun wanita.

Pada wanita, genital bagian luar maupun bagian dalamnya akan mengalami perubahan, khususnya rahim. Malah, sebenarnya perubahan pada rahim sudah terlihat pada fase awal rangsangan. Berarti, bila wanita mendapatkan rangsangan seksual yang kuat, rahimnya juga akan bereaksi. Rahim akan mengalami gerakan-gerakan cepat yang tidak teratur. Bahkan pada fase rangsangan akhir, rahim akan tertarik ke atas, dan akan semakin hebat pada fase datar, dan akan mencapai puncaknya pada saat wanita orgasme.

Gerakan-gerakan rahim yang seolah-olah mencengkeram, terutama ketika mencapai orgasme yang seharusnya mendapatkan perhatian dalam hubungannya dengan kehamilan. Karena untuk wanita yang pernah mengalami atau beberapa kali mengalami keguguran, sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual sampai orgasme dan aktivitas lainnya yang bisa mendatangkan orgasme seperti masturbasi.

Perlu dicatat bahwa aktivitas seksual seperti masturbasi biasanya akan mendatangkan orgasme yang hebat, yang menyebabkan gerakan rahim yang hebat pula. Maka, oleh karena itulah wanita akan mengalami keguguran berulangkali. Sebaiknya tidak melakukan semua aktivitas seksual yang sampai menimbulkan orgasme selama hamil - terutama 3-4 bulan pertama.

Namun, peraturan ini tentu saja tidak berlaku untuk wanita yang belum pernah mengalami keguguran berulangkali. Tetapi, tentu saja dengan selalu hati-hati dan memperhitungkan juga pada wanita yang lama tidak mendapatkan kehamilan, yang menurut pemeriksaan tidak terlihat jelas adanya kelainan, baik pada dirinya maupun pada suaminya. Karena mungkin saja gerakan rahim pada saat orgasme telah menggagalkan tertanamnya hasil pembuahan sel telur oleh sel spermatozoa.

Jadi, dari uraian di atas didapatkan kesimpulan, yaitu suatu hubungan seksual tidak harus berhenti selama masa hamil. Masalahnya hal ini menyangkut kepentingan kedua belah pihak, wanita dan pasangannya. Tetapi selayaknya keinginan seksual itu dapat disesuaikan dengan keadaan dan kondisi wanita yang sedang berbadan dua itu. Dalam keadaan tertentu, yaitu bila wanita pernah mengalami keguguran sebelumnya, apalagi kalau sampai berulangkali, hubungan seksual sebaiknya jangan diteruskan sampai wanita mencapai orgasme.

Namun, pada keadaan tertentu, seperti bila lapisan ketuban pecah, bila terdapat pendarahan, dan bila timbul rasa sakit pada saat melakukannya, maka hubungan seksual selama hamil tidak boleh dilakukan. Di luar keadaan-keadaan di atas, tidak ada masalah yang perlu dirisaukan.

Tapi, Anda (suami/istri) harus mengingat bahwa Anda berdua melakukannya semata-mata untuk kepentingan bersama, oleh sebab itu harus ada rasa saling pengertian dan saling mengasihi. Dengan memahami pengaruh kehamilan terhadap perilaku seksual, dan pengaruh hubungan seksual terhadap kehamilan, diharapkan tidak akan terjadi masalah antara suami-istri yang berpangkal pada hubungan seksual selama kehamilan.

Dengan dukungan pengertian yang dalam oleh kedua belah pihak, diharapkan dapat dihindari penyelewengan seksual yang dilakukan oleh para suami ketika sang istri sedang berbadan dua yang akan melahirkan buah cinta mereka berdua.

Mengenal Penyakit Vaginismus

SEBAGIAN wanita yang mengalami kondisi seperti ini bahkan tidak dapat menginsersikan tampon (pembalut wanita yang berbentuk penutup lubang vagina) dengan jarinya sendiri ke dalam vaginanya. Dengan begitu, terlihat jelas sekali bahwa tiap hubungan seksual akan menimbulkan kenyerian pada kedua belah pihak - wanita dan pasangannya.

Namun, kondisi seperti ini bersifat sementara, karena berhubungan dengan abses atau peradangan berat pada vagina. Bila sudah kronis, penyakit vaginismus ini mungkin terjadi akibat penyakit fisik. Tetapi lebih sering disebabkan oleh faktor psikologis. Faktor-faktor tersebut antara lain perasaan malu dan/atau perasaan bersalah tentang seksualitas, penyerangan seksual traumatik, atau perasaan takut yang bersifat patologis akan penetrasi.

Tapi jangan khawatir, walaupun penyakit ini sering dibilang merupakan pengalaman yang menyulitkan bagi kedua pasangan, tapi kondisi ini 100 persen dapat disembuhkan. Terlebih lagi, wanita dapat dengan mudah menyembuhkan diri mereka di rumah sendiri, dalam kata lain, tidak memerlukan bantuan seorang dokter. Ini karena wanita berespon relatif cepat terhadap terapi.

Kasus ini seperti yang terlihat pada pasangan Lia dan suaminya. Lia merasa malu karena selama perkawinannya dengan Tony, suaminya, ia belum pernah melakukan hubungan seksual yang sebenarnya. Mereka hanya melakukan stimulasi dan oral seks satu sama lain sampai mencapai orgasme dan ejakulasi. Hal ini akhirnya menjadi suatu kebiasaan.

Karena setiap kali mereka ingin melakukan penetrasi, vagina Lia secara tidak disadari mengencang sendiri, sehingga apabila dipaksakan akan menimbulkan kenyerian pada keduanya. Namun, setelah Lia menemui dokter ginekologi secara diam-diam, ternyata tidak ada penyebab fisik pada kondisi Lia. Dokter mengatakan bahwa Lia menderita penyakit vaginismus.

Akhirnya mereka mengikuti terapi. Setelah mengikuti 12 sesi yang berpusat pada latihan-latihan sederhana di rumah dan mengeksplorasikan perasaan takutnya, akhirnya masalah dapat diperbaiki. Kini hubungan seksual Lia dan Tony membaik secara dramatis, dan Lia sudah mengandung anak pertama mereka.

Jadi, jika Anda menderita penyakit vaginismus, menghubungi dokter sebenarnya merupakan jalan terbaik. Walaupun Anda sebenarnya mampu mengatasi permasalahan sendiri dengan latihan-latihan berikut ini. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda mengerti benar masalah psikologis dasar, karena akan membantu diri Anda menjadi lebih lengkap secara seksual.

Berbaring di tempat tidur dengan santai. Berikan diri Anda sedikit privacy. Jangan ada orang lain pun yang mengganggu. Bernafaslah dalam-dalam, tarik dan hembuskan keluar. Buka mulut Anda, dan keluarkan nafas secara perlahan-lahan. Sebagian wanita umumnya melakukan hal ini sambil mandi di bath-tub.

Lalu, cobalah menginsersikan jari Anda yang sudah dilumuri dengan lubrikan ke dalam vagina, sambil tetap bernafas dalam-dalam. Jangan rasakan sakitnya. Pikirkan saja, kalau ini jari Anda sendiri, dan Anda tidak akan melukai diri sendiri.

Setelah itu, lakukan eksplorasi di vagina Anda dengan menggerakkan jari Anda di dalam vagina.
Secara beraturan, kencangkan otot vagina yang mengelilingi jari Anda dengan membayangkan kalau Anda mencoba menghentikan aliran urin. Kencangkan otot, lalu kendurkan. Dan ulangi selama sekurangnya lima menit dua kali sehari. Setelah beberapa minggu atau jika Anda merasa nyaman dengan langkah sebelumnya, insersikan dua jari Anda ke dalam vagina.

Selanjutnya, libatkan jari pasangan Anda dengan meminta bantuannya menginsersikan satu jarinya yang sudah diberikan lubrikan ke dalam vagina Anda. Ini berarti sudah tiga jari yang masuk ke dalam vagina. Jangan lupa untuk terus bernafas dalam dengan mulut terbuka seperti latihan-latihan sebelumnya. Jika Anda merasa semakin siap, mintalah bantuan pasangan Anda untuk memasukkan satu jari lagi ke dalam vagina Anda sambil membimbing gerakannya. Ingat! Anda harus menjadi pasangan yang aktif, dan si dia menjadi yang pasif.

Kemudian, lanjutkan latihan-latihan tadi ke dalam hubungan seksual. Beritahukan pasangan Anda bila Anda telah siap. Mintalah ia merangsang Anda dengan mencium, meraba, dan menyentuh secara erotis. Lalu, ambil posisi di atas dan masukkan penisnya yang telah ereksi sebagian ke dalam vagina Anda dengan mengkontraksikan dan mengendurkan otot vagina di sekeliling penisnya. Selanjutnya lakukan latihan pernafasan dan insersikan penis ke dalam vagina Anda jika Anda telah siap. Tapi, hentikan bila terasa nyeri.

Terakhir yaitu, berikan waktu untuk diri Anda sendiri. Respon setiap wanita sangat bervariasi. Ambillah waktu yang Anda butuhkan.

Mitos Seks Tempo Doeloe

Modernisasi Yang Tertipu

SALAH satu mitos yang memasyarakat luas adalah mitos seks, dan tidak ada mitos lain yang ramai dibicarakan daripada mitos ini. Tiap-tiap masyarakat di dunia ini mempunyai mitos tersendiri yang sudah mereka percayai tentang seks, dan kemudian mempengaruhi pandangan serta perilaku seksual mereka. Tidak jarang perilaku tersebut menimbulkan akibat buruk bagi yang bersangkutan maupun pasangannya.

Umumnya mitos tumbuh di masyarakat yang rendah ilmu pengetahuannya, dan seringkali menimbulkan akibat yang tidak diinginkan. Tapi, dalam masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan yang semakin maju, maka pengaruh dari mitos-mitos tersebut akan semakin minim, dan bahkan lambat laun akan menghilang. Itu karena masyarakat semakin mengerti bahwa informasi tersebut salah dan menyesatkan.

Sampai saat ini terdapat banyak mitos seks yang memasyarakat, dan bahkan telah banyak mempengaruhi perilaku seksual. Mitos-mitos yang boleh dibilang menyesatkan itu di antaranya adalah :

Mitos tentang darah perawan. Mitos ini sudah sejak zaman dulu beredar dan sampai saat ini masih tetap diyakini sebagai sebuah kebenaran oleh sebagian besar masyarakat kita. Pria maupun wanita menyakini diri mereka bahwa seorang wanita harus mengeluarkan darah perawannya pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual. Yang tidak mengeluarkan darah perawan berarti bukan perawan lagi, atau berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Dan itu sangatlah hina sekali, karena wanita tersebut berarti telah berzina.
Sesungguhnya, mitos ini sangat berpengaruh buruk, apalagi bila seorang pria yang menyakini hal seperti ini akan sangat kecewa dan merasa dikhianati bila saat pertama kali bercinta dengan sang istri tercinta ternyata tidak mengeluarkan darah perawannya. Pria itu lalu menganggap bahwa istrinya itu sebelumnya pernah melakukan hubungan seksual dengan pria lain.

Padahal sesuai dengan reaksi seksual yang normal, dalam keadaan yang cukup terangsang, seorang wanita akan mengalami pelendiran pada dinding vaginanya. Reaksi inilah yang membuat suatu hubungan seksual berjalan mulus tanpa hambatan, sehingga pendarahan tidak terjadi. Akan tetapi sebaliknya, jika seorang wanita tidak cukup terangsang karena mengalami hambatan tertentu, maka pelendiran pada dinding vagina tidak akan terjadi. Dan hal ini akan mengakibatkan pendarahan karena luka lecet pada vagina saat penis diinsersikan ke dalam vagina, dan begitu seterusnya pada saat melakukan hubungan seksual.

Parahnya lagi, mitos ini telah banyak menimbulkan dampak yang buruk dalam suatu perkawinan akibat suami menuntut harus terjadi pendarahan vagina saat pertama kali melakukan hubungan seksual dengan istrinya.

Bagi sebagian suami, keyakinan akan mitos ini kuat sekali, sehingga ia menganggap kalau hal ini telah mengganggu hidup pernikahannya, dan parahnya lagi kalau sampai mengakibatkan perceraian.

Mitos tentang masturbasi. Mitos ini juga sudah berkembang sejak dulu. Masturbasi, yang lebih dikenal dengan sebutan onani, dianggap dapat mengakibatkan seseorang menjadi mandul atau impoten, atau akibat-akibat lainnya seperti mata kabur, tulang keropos dan menurunnya daya ingat.

Banyak orang cemas dengan anggapan salah ini, terutama para remaja. Mereka takut hal tersebut akan menimbulkan akibat yang buruk pada diri mereka. Tanpa mereka sadari, kecemasan inilah yang justru dapat menimbulkan disfungsi seksual.

Apalagi mitos ini diperkuat oleh Tissot pada abad XVIII dengan bukunya yang berjudul Onani yang berisi bahwa melakukan onani dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit. Agaknya anggapan salah itu mekin diyakini kebenarannya oleh masyarakat yang rendah pengetahuan tentang seksnya.

Seperti yang tertulis dalam kitab Perjanjian Lama, istilah onani sebenarnya berasal dari nama orang, yaitu Onan. Konon Onan diminta menikahi istri kakaknya setelah sang kakak meninggal dunia. Tapi Onan tidak menginginkan anak dari perempuan itu, sehingga ketika melakukan hubungan seksual, ia melakukan senggama terputus, dalam arti ia memuaskan keinginan seksualnya sendiri, tanpa bantuan istri kakaknya yang telah menjadi istrinya itu. Dari kisah lama itu, agaknya muncul istilah onani, tapi diartikan sebagai masturbasi, dan bukan senggama terputus seperti yang dilakukan Onan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua pria, dan 80% wanita pernah melakukan masturbasi. Hal ini tidak dilakukan oleh mereka yang telah menikah saja, bahkan lebih banyak dilakukan oleh pria maupun wanita yang belum menikah. Dalam keadaan tertentu, pria maupun wanita yang sudah menikah pun tetap melakukannya.

Dalam perkembangan psikoseksual anak pun, saat anak memasuki fase falus, seorang anak telah melakukan masturbasi. Pada fase ini anak laki-laki maupun perempuan senang mempermainkan kelaminnya. Perbuatan yang mereka lakukan ini sebenarnya juga merupakan salah satu bentuk dari masturbasi.

Dalam usaha mengatasi gangguan fungsi seksual, masturbasi juga digunakan sebagai satu cara penyembuhan. Pada pria, masturbasi digunakan sebagai suatu cara mengatasi ejakulasi terlambat.

Mitos tentang ukuran penis. Sampai sekarang pun, banyak pria yang jadi tidak percaya diri dan bahkan merendahkan dirinya karena merasa ukuran penisnya jauh dari normal - yang diidam-idamkan setiap pria maupun wanita. Padahal, tanpa dia sadari sebenarnya ukuran penisnya sudah normal.

Kecemasan dan kekecewaan ini muncul karena mereka telah terpengaruh mitos tentang ukuran penis yang menyebutkan bahwa ukuran penis sangat menentukan dalam hubungan seksual, agar wanita dapat mencapai kepuasan. Makin besar penis, akan semakin baik. Celakannya, mitos ini juga banyak diyakini oleh sebagian besar wanita. Akibat lebih jauhnya, banyak pria yang jadi takut melakukan hubungan seksual yang bahkan akhirnya tidak mampu lagi melakukan hubungan seksual.

Anggapan salah ini mendorong pria yang memiliki penis kecil mencari jalan keluar dengan cara melakukan pembesaran. Dan hal ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menawarkan berbagai jenis obat-obatan maupun terapi untuk membesarkan penis yang kecil itu. Sesungguhnya hal tersebut tidak ilmiah, dan hanya memberikan suatu harapan yang hampa saja.

Bagi pihak wanita, mitos tersebut juga menimbulkan akibat yang buruk dan secara psikis juga dapat mengganggu diri mereka. Karena menganggap penis pasangannya tidak normal, kecil, dan tidak seperti yang ia harapkan.

Padahal secara fisik, ukuran penis bukan satu-satunya penentu dalam memberikan kepuasan seksual pada wanita, sepanjang dalam ukuran normal dan berfungsi dengan baik. Agaknya perlu diketahui lebih lanjut lagi bahwa ukuran penis yang terlihat kecil sebelum ereksi akan makin bertambah besar pada saat pria mendapatkan cukup rangsangan dan mencapai ereksi. Selain itu, besar kecilnya penis tidak ada hubungannya dengan kemampuan ereksi seorang pria.

Mitos lainnya, yaitu tentang etnik dan seks. Sudah lama kita mendengar ceritera mengenai etnik tertentu yang konon mempunyai alat kelamin berbeda. Ada ceritera tentang perempuan dari etnik tertentu di Indonesia yang mempunyai kelebihan pada vaginanya. Bahkan mitos ini diramaikan dengan tawaran-tawaran produk tradisional untuk memperbaiki fungsi seksual.
Percaya atau tidak, ceritera ini jelas-jelas sebuah mitos. Karena kalau dipikir dengan akal sehat, tidak ada perbedaan etnik yang mengakibatkan berbedanya bentuk anatomik vagina seorang wanita. Kalau ada, itu hanyalah perbedaan ekspresi atau perilaku seksual wanitanya saja, dan sama sekali tidak dipengaruhi oleh faktor etnik tertentu.

Perilaku seksual dipengaruhi oleh hormon seksual, faktor sosiokultural, pengetahuan seks, dan pengalaman seksual. Khusus mengenai faktor sosiokultural agaknya penyebab perbedaan perilaku seksual antaretnik. Tetapi pada masa modern sekarang, anggapan ini semakin tipis dan cenderung menghilang, sehingga pengaruhnya terhadap perilaku seksual berbagai etnik menjadi semakin tidak berbeda.

Sebagai contoh lain adalah seks oral, yang kini semakin menjadi suatu aktivitas yang umum dilakukan, khususnya di kalangan generasi baru di Indonesia, baik pria maupun wanita. Padahal bagi generasi yang lebih tua yang cenderung berpikiran kolot, perbuatan oral seks ini dianggap sebagai sesuatu hal yang menjijikkan, aneh, dan tidak boleh dilakukan.

Mitos tentang vagina kering, yang katanya lebih memberikan kepuasan seksual ketimbang yang basah/becek. Lalu, wanita gencar melakukan berbagai cara agar vaginanya tidak menjadi basah. Sebenarnya usaha ini menentang reaksi seksual yang terjadi secara normal pada wanita. Karena bila seorang wanita sudah menerima rangsangan, maka ia akan bereaksi, dengan ciri vaginanya licin berlendir menandakan bahwa ia dan tubuhnya telah siap melakukan hubungan seksual.

Hubungan seksual dengan sendirinya akan berlangsung dengan normal dengan bantuan lendir tersebut. Tanpanya, berarti wanita belum cukup menerima rangsangan seksual dan belum cukup bereaksi, sehingga ini berarti seorang wanita belum siap melakukan hubungan seksual. Dan, kalau dengan keadaan seperti ini tetap melakukan hubungan seksual juga, maka akan terjadi gangguan seperti rasa sakit, baik dari wanita maupun pria. Lebih lanjut lagi akan terjadi peradangan pada vagina.

Begitu kuatnya mitos ini mempengaruhi pria maupun wanita, dan mengakibatkan wanita berupaya dengan berbagai cara agar vaginanya tetap kering, di antaranya dengan menghindari makan buah-buahan tertentu yang banyak mengandung cairan, yang padahal, tidak ada sangkut pautnya antara buah yang banyak mengandung air dengan pelendiran vagina.

Di pihak lain, berbagai jamu dan ramuan lainnya ditawarkan oleh para pedagang yang memanfaatkan kebodohan para wanita dan laki-laki pasangannya karena pengaruh mitos itu. Kalau toh mereka berhasil membuat vaginanya kering, sebenarnya mereka hanya menyiksa diri sendiri karena hubungan seksual akan berlangsung dengan tidak normal sebagai akibat tidak adanya reaksi fisiologik terhadap rangsangan seksual yang berupa reaksi vagina.

Mitos tentang posisi hubungan seksual. Mitos ini juga cukup berpengaruh di masyarakat kita. Suatu hubungan seksual dikatakan normal bila dilakukan dengan posisi pria di atas, dan dianggap tidak normal bila dilakukan dalam posisi lain, bahkan dianggap dapat mengganggu kesehatan. Namun, tentu saja ini satu kesalahan besar!

Bagaimana tidak? Karena variasi dalam melakukan hubungan seksual terkadang justru diperlukan. Di antaranya, adalah untuk mencapai kehidupan seksual yang harmonis dan menghindari kebosanan. Namun, dalam memilih posisi hubungan seksual tersebut tentu saja harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, sebab bila hanya menyenangkan satu pihak saja, maka pihak lain akan merasakan kehampaan dan ketidakpuasan. Jadi, hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi apa saja, asalkan sehat dan memang dirasakan menyenangkan kedua belah pihak.

Terakhir adalah, mitos tentang melakukan hubungan seks pada masa menopause. Hal ini sangat mempengaruhi pasangan usia lanjut. Karena menurut mitos itu, kehidupan seksual seorang wanita telah berakhir pada saat ia memasuki masa menopause. Akibat dari anggapan ini, banyak suami yang malah menjauhi istrinya yang telah memasuki masa menopause.

Sungguh tidak adil, bukan? Di pihak lain, wanita merasa dirinya tidak layak dan sudah tidak mampu lagi melakukan hubungan seksual setelah dirinya mengalami menopause. Hal ini tak pelak juga dapat menimbulkan akibat yang merugikan, karena kita dapat menyaksikan pasangan usia lanjut yang memilih perceraian karena masalah seksual seperti ini, atau pria usia lanjut menikah dengan wanita yang usianya jauh lebih muda, dan, malah ada yang menjadikannya sebagai istri muda/simpanan - hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual yang tidak ia dapatkan lagi semenjak istrinya menopause.

Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa dorongan seksual wanita akan tetap berlanjut sampai beberapa waktu lamanya setelah ia menopause. Bahkan sebagian wanita baru dapat menikmati kehidupan seksualnya setelah ia menginjak masa menopause ini. Jadi, tidaklah benar sama sekali bahwa menopause berarti telah berakhirnya kehidupan seksual wanita. Kalaupun suaminya tetap menyakini anggapan yang salah itu, maka, mereka dianggap telah melakukan perselingkuhan, dan hal ini sungguh tidak adil sama sekali.

Sebenarnya, hubungan seksual tetap dapat dilakukan seperti biasa pada masa menopause. Tapi, memang, sebagian wanita mengalami rasa nyeri yang terkadang sakit ketika mereka melakukan hubungan seksual. Namun, rasa sakit ini disebabkan karena menipisnya lapisan epitel vagina dan berkurangnya reaksi seksual yang menimbulkan pelendiran, dan ini disebabkan karena menurunnya hormon estrogen. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan bantuan cairan pelumas/lubrikasi buatan, sehingga tidak ada satu hambatan pun yang mengganggu keharmonisan hubungan seksual pasangan lanjut usia.

Di samping mitos-mitos tersebut di atas, masih banyak lagi mitos lain yang beredar luas di masyarakat sampai sekarang, yang walaupun sudah terbilang tidak miskin pengetahuan lagi. Nah, tugas kita yaitu meluruskannya agar perilaku seks yang salah, yang acapkali menimbulkan akibat buruk bagi masyarakat kita yang semakin majemuk ini tidak perlu terjadi lagi.

Bila Suami Menggebu, Istri Kurang "Hot"

MEMANG, setiap masalah menimbulkan akibat. Seperti masalah ini, yang mengakibatkan kesenjangan seksual dalam kehidupan pasangan. Kehidupan seksual menjadi tidak harmonis, bahkan pria atau wanita yang memiliki tingkat dorongan seksual lebih tinggi dari pasangannya tersebut akan menyimpan berbagai dugaan, yang pasti ada dugaan yang tidak baik. Di antaranya, karena merasa tidak dilayani atau tidak puas dengan perlakuan seksual dari pasangannya.

Bisa jadi juga, mereka menduga kalau pasangannya sudah tidak punya perhatian dan cinta lagi, atau bahkan menduga kalau pasangannya melakukan penyelewengan seksual dengan orang lain. Dugaan-dugaan seperti ini tentu saja dapat berakibat jauh, dan yang pasti merugikan.

Sebaliknya pihak yang memiliki tingkat dorongan seksual rendah mungkin menganggap pasangannya hiperseks, sehingga tuntutannya itu tidak dipedulikan, apalagi dilayani.
Tuntutan dan dugaan seperti itu akan berkembang menjadi masalah yang lebih besar dalam kehidupan perkawinan. Padahal, secara tidak sadar, masalah yang ada sebenarnya ialah perbedaan tingkat dorongan seksual antara suami-istri.

Perbedaan tingkat dorongan atau gairah seksual suami-istri yang berbeda memang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini sebenarnya dipengaruhi oleh hormon testosteron kedua belah pihak, gangguan fisik, faktor psikososial, dan pengalaman seksual sebelumnya.

Banyak orang, baik wanita maupun pria belum atau bahkan tidak menyadari sama sekali kalau tingkat dorongan mereka itu sebenarnya sama - seimbang. Karena keduanya sama-sama makhluk seksual. Namun, karena wanita pernah mengalami pengalaman seksual yang tidak menyenangkan sebelumnya, maka biasanya tingkat dorongan seksual mereka menjadi menurun, begitu pula dengan pria. Ditambah munculnya anggapan kalau gairah dan dorongan seksual wanita lebih kecil dari pria. Karena tidak sedikit terlontar keluhan mengenai ketidakbergairahan wanita terhadap seks, yang padahal mungkin saja disebabkan oleh hal lain, dan bukan disebabkan oleh masalah seks pasangannya atau mereka sendiri.

Dalam keadaan normal, pria memproduksi dan mengeluarkan hormon testosteron 6-8 mg setiap harinya. Sekitar 95% melalui testis dan sisanya dalam kelenjar adrenalis. Sedangkan wanita hanya mengeluarkan 0,5 mg tiap harinya, baik di dalam indung telur maupun kelenjar adrenalis. Nah, dari perbedaan yang mencolok ini, seringkali menimbulkan anggapan salah seolah-olah dorongan seksual pria jauh lebih tinggi dari wanita.

Percaya atau tidak, kenyataannya tidak begitu. Karena wanita cukup mengeluarkan konsentrasi kecil, bahkan jauh lebih kecil dari pria akibat sensitivitas mereka terhadap hormon testosteron ini. Jauh seperti yang selama ini dibayangkan kebanyakan pria, bukan?

Perkembangan selanjutnya yaitu adanya faktor fisik atau psikososial yang mengakibatkan menurunya gairah seksual, sehingga perbedaan kedua pasangan itu menjadi terlalu mencolok.
Faktor fisik dapat dibagi dalam tiga bagian, di antaranya adalah, penyakit yang menyebabkan timbulnya gangguan hormon, penyakit-penyakit yang bersifat umum, dan obat-obatan.

Penyakit yang menimbulkan gangguan hormon di antaranya, Kallman's syndrome, Klinefelter's syndrome, dan Hyperprolactinemia. Penyakit-penyakit umum, misalnya, radang hati menahun, gagal jantung, dan TBC, di samping penyakit-penyakit lain yang kadang-kadang dapat juga mengakibatkan menurunnya dorongan seksual, seperti kurang darah, kadar gula yang rendah dalam darah, dan peradangan pada prostat.

Selain itu pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang, estrogen dan antiandrogen bagi pria juga mempengaruhi menurunnya tingkat dorongan seksual. Obat-obatan yang menurunkan tingkat dorongan seksual di antaranya obat tekanan darah tinggi, marijuana, dan obat antialergi. Kesemuanya inilah yang mengakibatkan perbedaan dorongan seksual setiap orang yang sudah berpasangan dan menikah.

Jemu, tidak percaya, dan hilangnya daya tarik fisik juga ikut andil dalam hal ini. Keadaan ini menurunkan dorongan seksual pada pasangannya itu, tapi tidak dengan yang lain, misalnya suami tidak lagi bergairah dengan istrinya, tapi dorongan seksualnya tinggi sekali dengan wanita lain, dan begitupun sebaliknya dengan wanita.

Pengalaman seksual setiap orang sebelumnya sangat berpengaruh besar terhadap dorongan seksual. Kalau pengalaman sebelumnya berbekas indah, maka dengan sendirinya dorongan seksual mudah bangkit karena ingin merasakan kembali pengalaman yang menyenangkan itu.
Sebaliknya, bila hubungan seksual meninggalkan memori yang tidak menyenangkan atau bahkan menyiksa, bukan mungkin seseorang akan tertekan, hilangnya dorongan seksual, apalagi sampai membuahkan trauma, bisa jadi akan hilang sama sekali.

Banyak istri yang gagal mencapai orgasme, hingga tidak mendapatkan kepuasan seksual. Bila keadaan ini sampai berlangsung lama, maka tidak jarang dari mereka yang menolak melakukan hubungan seksual, atau bahkan menolak setiap bentuk aktivitas seksual. Mereka akan senang jika pasangan, terlebih lagi, suami mereka, tidak melakukan sentuhan yang mengarah ke aktivitas seksual, dan parahnya lagi, setiap sentuhan pasangan akan dirasakan geli atau bahkan menjijikkan, bukan terasa erotik dan sensasional lagi.

Cara mengatasi hal ini, pertama kali kita harus mencari akar masalahnya dan menyingkirkannya. Namun, tentu saja usaha itu tidak semudah yang diinginkan, karena banyak penyakit menahun yang tidak bisa diatasi dengan memuaskan, demikian pula dengan usaha mengatasi faktor-faktor psikoseksual yang ada, tidak selalu berjalan mulus.

Karena itu dibutuhkan saling komunikasi dan pengertian yang besar sekali untuk mengatasi masalah ini. Dengan begitu, pihak yang memiliki tingkat gairah seksual yang lebih besar akan lebih mengerti dan bijak mengenai penolakan pasangannya. Jangan sekali-kali memperburuk keadaan dengan menduga-duga hal yang tidak benar. Sebagai pasangan yang baik, Anda harus tetap memikirkan kepentingan seksual pasangan Anda.

Hal ini dapat dipenuhi tanpa harus memaksakan diri untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda itu. Dan, bagi Anda yang memiliki dorongan seksual yang lebih rendah sekiranya dapat melakukan cara pemuasan lain, seperti melakukan masturbasi untuk pasangannya, atau cara yang lain lagi. Tentu saja, hal ini harus disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak.

Dengan demikian dorongan seksual dua orang yang berbeda tetap terpenuhi, walaupun tidak seperti biasa. Adapun pihak yang memiliki dorongan seksual yang rendah tidak sedih, marah, dan bahkan tersiksa jika harus melakukan hubungan seksual yang tidak seperti biasanya, apalagi yang tidak begitu ia inginkan dan tidak ia sukai.

Sekali lagi, Anda berdua harus menekankan komunikasi sebagai alat pemersatu. Yaitu dengan bersikap terbuka. Jangan ambil resiko lain yang akhirnya dapat memecah hubungan Anda berdua. Karena hal ini akan sangat membantu keberhasilan penanganan masalah, yang acapkali memerlukan waktu, pengertian dan kesabaran panjang.

Kiat Memahami Pasangan Anda

SEBAGAI pasangan yang baik, tentu Anda ingin berbagi segala hal dengan pasangan Anda. Baik dalam suka maupun duka. Terlebih lagi dengan rasa sayang dan cinta Anda yang tulus. Anda pun akan bersedia melakukan segala hal untuk bisa menyenangkan pasangan Anda.

Sebagaimana halnya dengan kehidupan, Anda dan pasangan Anda tentu akan terbentur dengan berbagai macam persoalan. Dengan hubungan Anda yang terbilang dekat, emosi Anda pun akan semakin dekat. Anda tentu akan saling memahami satu sama lain. Bila pasangan Anda mendadak sikapnya berubah, Anda tentu akan bertanya-tanya. Terlebih lagi bila ia sedang marah, sedih, stres atau bahkan frustrasi. Saat seperti itu bukan berarti dia sudah tidak sayang lagi kepada Anda. Tetapi justru pada saat seperti itu dibutuhkan perhatian dan dukungan Anda.

Berikut ini ada empat kondisi di mana Anda sangat diperlukan. Dan cobalah untuk masuk dalam kondisi tersebut serta membuatnya tersenyum kembali :

1. Saat Pasangan Anda Marah, Jangan Memberi Nasihat

Bila pasangan Anda dalam keadaan marah besar dan tidak dapat mengendalikan diri. Jangan pernah bertindak seolah-olah Anda sedang menasihatinya. Karena biasanya orang yang sedang emosi tidak pernah merasa bersalah dan tidak butuh untuk dinasihati. Bila Anda nekad, maka dia akan beranggapan bahwa nasihat Anda sebagai kritikan pedas. Anda lebih baik mendengarkan semua kemarahannya dan bila sudah reda, Anda boleh menghiburnya dengan kata-kata mesra. Dengan begitu dia merasa diperhatikan. Katakan bahwa Anda selalu berada di pihaknya, walau pada kenyataannya ia melakukan kesalahan sekalipun. Anda juga bisa mencoba meredakan emosinya dengan mengalihkan perhatiannya dengan membahas segala hal yang membuat Anda berdua bahagia.

2. Saat Bersedih, Beri Dorongan

Banyak orang yang bersedih lantaran rencana dan impian-impianya sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan. Mungkin saja, pasangan Anda sedang sedih karena mendapat semprotan pedas dari atasannya. Dia tidak mau melakukan apa-apa kecuali menyesali kebodohannya. Pada saat seperti inilah dia butuh perhatian Anda. Pandai-pandailah menghiburnya dan mengakui keadaan dirinya. Setelah itu beri dia dorongan. Buat dia bangkit kembali dengan mengatakan bahwa Anda sangat mencintainya dan dia adalah orang yang sangat baik. Cobalah untuk membuatnya lupa dengan kegagalannya dengan mengungkapkan keberhasilan-keberhasilan yang pernah ia capai.

3. Saat Stres, Tenangkan Dan Tawarkan Bantuan

Bila orang sedang mengalami stres, biasanya ia akan bertingkah aneh dan sering marah-marah. Bila pasangan Anda dalam keadaan seperti ini, yang perlu Anda lakukan adalah memberikan simpati yang luar biasa. Beri dia semangat dan tawarkan bantuan Anda untuk memecahkan masalahnya. Bila kondisi kejiwaannya telah tenang, bantu ia memilah-milah persoalan yang bertumpuk dan bantulah membuat prioritas. Andapun dapat memberikan penyelesaian yang masuk akal. Bangkitkan rasa percaya dirinya dengan mengatakan bahwa pasangan Anda pasti bisa menyelesaikan masalahnya.

4. Saat Frustrasi, Jangan Biarkan Jadi Gila
Jika pasangan Anda dalam kondisi seperti ini, jangan Anda membuatnya lebih frustrasi lagi dengan memarahi dan menentang segala keputusannya. Beri dia pengertian bahwa apa yang dia lakukan tidak akan menyelesaikan segala masalahnya, bahkan bisa lebih parah. Cobalah untuk membuatnya lebih tenang dan buat dia bangkit kembali menyadari segala keputusannya. Jangan lupa untuk memberi dorongan cinta bahwa Anda sangat menginginkan dia jadi lebih baik.

Jangan pernah ragu untuk membuktikan rasa sayang dan cinta Anda melalui ungkapan-ungkapan dan perhatian yang Anda berikan ketika dia sedang membutuhkannya. Cobalah berdiri pada posisinya, dan jauhkan sikap egois Anda dengan meninggalkan dirinya di saat sedang kesulitan. Cobaan tersebut dapat mengukur sejauh mana kadar kasih sayang yang Anda miliki. Bila Anda lolos dari cobaan tersebut, Anda mungkin akan menjadi sepasang kekasih yang sejati.

Jika Suami/Istri Berbeda Usia Terpaut Jauh

MEMANG tidak ada ketentuan yang pasti berapa tahun perbedaan usia antara suami- istri agar tidak terjadi kesenjangan. Masalahnya, faktor tersebut tidak semudah disamaratakan oleh dan bagi setiap orang dalam pengaruhnya terhadap fungsi tubuh.Walaupun memang terdapat perubahan yang bersifat umum, yang terjadi akibat bertambahnya usia. Maka mungkin terjadi seseorang yang lebih muda ternyata mengalami penurunan fungsi tubuh yang lebih buruk dibandingkan orang yang usianya lebih tua.

Demikian juga dengan penampilan keseharian. Mungkin saja orang yang lebih tua penampilannya lebih baik dari yang muda, sehingga terkesan usianya masih muda.

Minat, kehidupan sosial, kematangan jiwa dan kehidupan seksual juga merupakan salah satu faktor kesenjangan akibat perbedaan usia yang cukup jauh ini. Kemunduran fungsi seksual seiring dengan bertambahnya usia, salah satu contohnya. Apalagi bila disertai penyakit atau kelainan yang akan memperburuk situasi dan fungsi seksual.

Kemunduran fungsi seksual yang terjadi dengan bertambahnya usia, baik pada pria maupun wanita merupakan penyebab terjadinya kesenjangan dalam kehidupan seksual suami-istri, yang mempunyai perbedaan usia terlampau jauh.

Apalagi bila masalah ini terbentur dengan keadaan dan usia istri yang terpaut jauh. Pada umumnya, istri merasakan suatu beban mental yang cukup berat karena menyadari bahwa secara fisik dirinya tidak menarik lagi, paling tidak, bila dibandingkan dengan wanita lain yang lebih muda. Beban inilah yang dapat berakibat buruk bagi fungsi seksualnya.

Bagi suami yang jauh lebih muda, menurunnya daya tarik fisik istri akibat usia yang jauh lebih tua, tentu dapat mengganggu fungsi seksualnya. Karena daya tarik fisik wanita merupakan salah satu faktor penting yang dapat memberikan rangsangan seksual bagi pria. Bila daya tarik ini hilang atau berkurang, maka reaksi seksual yang muncul pun akan semakin buruk dan lama kelamaan akan memudar. Maka fungsi seksual suami pun akan menjadi tidak baik pula.

Ketika memasuki masa menopause, maka kesuburan wanita akan berhenti sama sekali. Hal ini ditandai dengan berhentinya menstruasi. Kalau sudah begini, setiap wanita pasti akan merasa kalau dirinya sudah tua. Padahal perasaan psikis seperti ini akan merugikan, apalagi kalau wanita tersebut merasakan kehidupan seksualnya yang kian lama kian padam. Padahal menopause bukan berarti padamnya kehidupan seksual seorang wanita.

Pada masa menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron menurun, dan dapat menimbulkan berbagai akibat, ini terbukti dari sekitar 30% wanita yang merasakannya. Gejalanya adalah, tubuh bagian atas terasa panas disertai warna kemerahan pada kulit, berkeringat dan pusing. Rasa ini akan mengganggu pada malam hari, sehingga dapat menimbulkan gangguan tidur. Namun, biasanya rasa panas ini berlangsung selama beberapa tahun dan akan hilang dengan sendirinya.

Akibat yang ditimbulkan dengan rendahnya kadar estrogen tersebut adalah terjadinya perubahan pada genital wanita, payudara dan kulit yang cenderung mengerut. Vagina mengerut karena lapisan epitel menjadi menipis, dan jaringannya kehilangan elastisitas. Pelendiran yang banyak pada masa subur juga akan semakin berkurang pada masa menopause ini. Berarti bila terangsang kala melakukan hubungan seksual, wanita akan merasakan sedikit pedih atau nyeri pada vagina mereka.

Namun, menopause bukan berarti lenyapnya gairah seksual wanita, dan tidak berarti kemampuan orgasme-nya lenyap juga, tidak sama sekali! Karena bila segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas seksual yang dilakukan dengan suami pada masa suburnya berjalan dengan baik, maka tidak mungkin tubuh wanita mengalami penurunan secara drastis, apalagi sampai kehilangan gairah seksualnya. Mereka tetap mampu mencapai orgasme.

Yang terjadi hanyalah perubahan-perubahan dalam siklus reaksi seksual bila dibandingkan wanita berusia muda. Akibat perubahan pada genital, dan juga perubahan pelendiran pada vagina, maka hubungan seksual akan sering menimbulkan rasa nyeri bahkan perih dan sakit. Tetapi dengan bantuan alat pelumas yang baik, maka hubungan suami-istri pun akan berjalan lancar meskipun pada masa menopause.

Nah, untuk itu dibutuhkan pengertian yang mendalam mengenai masalah ini. Terutama pengertian pada wanitanya sendiri. Sebelum merambat ke hal buruk lainnya, maka cegahlah kesenjangan seksual akibat perbedaan usia ini. Tetapi, bila disadari sejak awal, tentu akan lebih baik lagi bila tidak mengambil pilihan beda usia yang terlampau jauh.

SEKS YANG TERATUR DAN SEHAT

Delapan Manfaatnya bagi Pria dan Wanita

SEKS bukan hanya suatu kebutuhan biologis, pelampiasan nafsu birahi dan kesenangan badani semata tetapi juga merupakan suatu hal yang dapat memberikan beberapa keuntungan pada tubuh kita.Dengan melakukan hubungan intim yang sehat dan aktif, maka tubuh kita akan mengeluarkan hormon endorfin yang mampu memicu kebahagiaan.
Berikut ini ada 8 manfaat positif yang dapat di timbulkan karena rutinitas hubungan seks Anda.
1. Membuat Anda Sehat dan Berbahagia
Keuntungan ini tak dapat dipungkiri lagi oleh banyak orang. Siapapun yang dapat menikmati hubungan seks dengan baik tentu akan tampak ceria dan dapat menikmati kehidupan ini dengan baik. Lain halnya dengan mereka yang hubungan seksnya tidak baik. Mereka cenderung emosional dan tidak terkendali. Mulailah dengan mencoba menikmati setiap hubungan seks yang Anda lakukan.
2. Mengatur Hormon Tubuh
Wanita muda yang melakukan hubungan intim setidaknya sekali dalam seminggu, tentunya sirkulasi menstruasinya akan lebih teratur dari pada mereka yang jarang melakukannya atau sesekali-sekali saja. Untuk itu mulailah mengatur waktu untuk hubungan seks Anda sehingga lebih teratur.
3. Dapat Mendorong Estrogen
Menurut penelitian, wanita yang menikmati hubungan intim yang teratur akan membuat peningkatan yang berarti terhadap hormon estrogen didalam darah. Keuntungan peningkatan tersebut adalah jantung Anda menjadi lebih sehat, kolesterol jahat akan menurun dan kolesterol baik akan meningkat. Selain itu juga tulang-tulang pada tubuh Anda akan meningkat dan kulit Anda akan semakin lembut.
4. Membakar Lemak dalam Tubuh
Gerakan dalam hubungan intim dapat menggerakkan hampir semua anggota badan dan tubuh. Jadi sama saja dengan Anda melakukan olah raga. Terlebih lagi bila dilakukan dengan berbagai variasi.
5. Menguatkan Otot-otot Panggul
Otor-otot panggul adalah bagian yang memegang peranan penting dalam permainan seks terutama yang berhubungan langsung dengan alat vital. Dengan seks yang teratur tentu akan menguatkan otot-otot panggul Anda.
6. Mengurangi Kram Akibat Menstruasi serta Menyembuhkan Penyakit
Biasanya pada masa menstruasi sering terjadi kram yang diakibatkan karena garis endrometrial dari uretus yang sangat sensitif pada hormon seperti zat-zat didalam tubuh, prostaglandin. Hormon yang buruk tersebut akan menimbulkan rasa sakit dan menyebabkan urat-urat syaraf pun menegang. Dengan berhubungan intim dan mencapai orgasme, maka akan dapat membantu mengurangi bahkan menyembuhkan penyakit. Selain itu seks dapat menignkatkan denyut jantung, peredaran darah dan stamina. Jangan lupa, bercinta juga dapat menyehatkan sistem pernafasan dan meningkatkan aliran cadangan oksigen keseluruh tubuh.
7. Menambah Sistem Kekebalan Tubuh
Bila hubungan seks dilakukan secara teratur maka akan dapat meningkatkan sistem imunisasi dalam tubuh sehingga dapat menjauhkan kita, baik pria maupun wanita, dari berbagai macam penyakit.
8. Mampu Menghilangkan Stres
Mungkin Anda tak menyadari bahwa kenikmatan seks sebenarnya dapat mengusir stres dan mampu mambantu Anda mendapatkan suasana rileks. Yang mana suasana tersebut sedikit banyak dapat meningkatkan mood Anda. Karena sewaktu terjadi gerakan, otot-otot Anda memegang peranan penting. Terutama ketika orgasme, semua bagian ikut mengejang. Kemudian akan berakhir dengan pelemasan seluruh otot-otot dan urat-urat yang kemudian merileks. Orang yang dapat memenuhi kebutuhan seksnya dengan seimbang tentunya akan terhindar dari keinginan untuk marah dan emosional.

Begitu banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari hubungan seks, jadi mulailah dengan mengatur jadwal yang tepat sehingga seks Anda dapat dilakukan secara teratur dan tentunya dengan syarat lakukan dengan pasangan Anda yang sah dan cara seks yang sehat serta bercintalah tanpa berniat untuk malampiaskan nafsu sesaat atau demi melaksanakan kewajiban semata.

Bila Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

SAKIT hati, kecewa, sedih atau bahkan merasa malu bila kita menyadari bahwa cinta yang kita bangun ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Ironis sekali kedengarannya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut bisa saja terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Bahkan terkadang Anda yang mengalaminya akan merasa bahwa Anda yang berlaku salah. Karena terlalu membesarkan perhatian yang Anda terima dari seseorang.

Namun kehidupan akan terus berjalan. Tidak perlu menyesali secara berlebihan apa yang menimpa Anda. Yakinkan bahwa mungkin orang yang Anda sukai bukan orang terbaik yang patut mendapatkan cinta Anda. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menolong diri Anda sendiri dan mengeluarkan diri Anda dari rasa sedih yang terkadang berkepanjangan.

1. Sadari Posisi Anda

Sadarilah, betapa besar rasa suka Anda pada dirinya, dia tidak akan membalas perasaan Anda. Anda tidak bisa membuat seseorang jatuh cinta pada Anda walaupun segigih apapun usaha Anda. Lebih baik Anda berusaha mencari kesibukan untuk menghilangkan perasaan Anda yang besar padanya.

2. Yakinkan Bahwa Anda Akan Mendapatkan Yang Terbaik.

Anda pantas mendapatkan seseorang yang menghargai dan peduli dengan Anda. Untuk itu tanamkan keyakinan pada diri Anda bahwa suatu saat Anda akan memperoleh yang terbaik, seperti yang Anda harapkan. Dengan keyakinan seperti itu Anda bisa menanamkan rasa percaya diri Anda untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik.

3. Jangan Menyalahkan Diri Anda

Kebanyakan dari Anda mungkin akan menyalahkan diri sendiri dengan mempertanyakan kenapa hal ini bisa menimpa Anda. Seandainya Anda lebih berhati-hati dan tidak mengembangkan perasaan Anda lebih jauh atas semua perhatian dan kasih sayangnya, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Hal seperti itu akan kerap menghantui pikiran Anda. Tapi untuk saat ini jauhkan rasa bersalah Anda. Jangan buat pengandai-andaian. Dan jangan pernah membayangkan hal-hal yang tidak berguna.

4. Jangan Mengembangkan Perasaan Anda

Mungkin Anda sempat berpikir bahwa penolakan tersebut hanyalah masalah waktu. Dan Anda berusaha memperbaiki diri habis-habisan untuk mendapatkan perhatiannya kembali. Jangan pernah mencoba-coba mendapatkannya kembali, Anda tidak akan pernah berhasil. Sepertinya hal tersebut telah terlambat. Jika Anda ingin berubah lakukan untuk diri Anda sendiri. Dan sekarang sudah waktunya memikirkan diri Anda sendiri.

5. Carilah Orang Lain Yang Mengerti Anda

Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Atau Anda mencari keluarga atau teman yang dapat memahami perasaan Anda. Berbagilah dengan mereka, siapa tahu dari mereka Anda mendapatkan pelajaran yang patut Anda ikuti.

6. Tekuni Hobi Anda

Lakukan hobi ataupun segala sesuatu yang membuat Anda gembira. Lepaskan pikiran dan perasaan Anda dari segala sesuatu yang sudah lewat. Caranya dengan menyibukkan diri Anda.

7. Buka Lembaran Baru

Tutup kesedihan Anda. Buka lembaran baru dalam kehidupan Anda. Bila Anda merasa marah, kecewa atau hal yang lainnya, mungkin hal tersebut perasaan yang wajar dan normal-normal saja. Tapi tentukan kapan Anda harus melepaskan "masa berkabung" Anda dengan menentukan cita-cita dan harapan baru.

8. Jangan Terburu-buru Mencari Pengganti

Jangan terburu-buru mencari orang lain sebagai pengganti. Tidak adil untuk orang tersebut. Berikan waktu untuk diri Anda supaya pulih terlebih dahulu dan bisa menerima kehadiran seseorang dengan sepenuh hati bukan karena ingin lari dari kenyataan.

9. Jangan Terlalu Obsesif

Jika Anda merasa tidak dapat mencegah diri Anda untuk mengejar-ngejarnya, carilah bantuan secara profesional.

Masa depan Anda terbentang luas. Bangkit dari kesedihan Anda. Badai pasti berlalu. Dan cita-cita Anda akan mudah dicapai dengan pikiran dan hati yang jernih. Bila Anda belum bisa bangkit dari rasa tersebut, Anda akan ketinggalan satu langkah di belakang dari orang lain

NYERI WAKTU BERSENGGAMA

Bukan Karena Mengidap Penyakit

SEBENARNYA keadaan seperti ini biasanya terjadi pada wanita yang sudah menopause atau menjelang masa menopause. Ketika itu lendir yang membasahi dinding vagina yang biasanya keluar setelah stimulasi (pemanasan seks), sudah berkurang.

Faktor penentu keaktifan hormon seorang wanita yang membuat produksi lendir sedikit atau banyak, sebenarnya adalah pengaruh jenis makanan sehari-hari dan obat-obatan. Jika hormon wanita masih aktif, maka otomatis produksi lendir vagina akan banyak. Begitu juga pengaruh jenis buah-buahan tertentu yang mengandung serotonin yang dapat membuahkan rangsangan keluarnya lendir lebih banyak. Dan, ada juga obat yang malah membuat lendir vagina menjadi mengering, seperti jamu-jamuan Madura yang kabarnya berfungsi untuk mengeringkan lendir vagina.

Kualitas pemanasan, atau kualitas stimulasi yang didapatkan oleh seorang wanita dari pasangannyalah yang sebenarnya menjadi faktor penentu banyak-sedikitnya lendir yang keluar dari vagina. Jika wanita mendapatkan stimulasi seks yang baik sehingga mendapatkan rangsangan yang cukup, maka pemanasan seks dapat dikatakan berhasil, dan lendir yang dihasilkan akan keluar dengan memadai.

Lendir ini berfungsi sebagai pelumas agar wanita tidak merasakan nyeri ataupun kesakitan saat bersenggama, sampai akhir. Dan untuk alasan itu pula pemanasan seks harus memadai - pasangannya dapat memberikan stimulasi dengan baik, dan wanita dapat menerima stimulasi/pemanasan seks itu dengan respon yang erotis, dalam arti bergairah.

Jika rasa sakit ini disebabkan oleh suatu penyakit atau indung telur sudah dibuang, sehingga menopause berlangsung sebelum waktunya, pil maupun kapsul dan jamu-jamuan pengganti dapat membantu hormon wanita tetap berkecukupan. Tanpa hormon pengganti, vagina akan terasa lebih kering dan menimbulkan keluhan nyeri sewaktu melakukan hubungan seksual.

Nah, untuk mengatasi keluhan yang tidak mengenakkan itu, wanita-wanita yang sudah menopause dan mengeluh nyeri sewaktu bersenggama dianjurkan memakai krim hormon atau meminum pil hormon (disebut cairan lubrikan) - yang tentu saja harus dengan resep dokter.

Mitos Ukuran Penis dan Kepuasan Seks

UKURAN penis yang normal standar Amerika berkisar antara 6 cm (2 inci) sampai dengan 13,5 cm (5¼ inci), dengan rata-rata 9,4 cm (sekitar 3¾ inci). Namun, untuk ukuran orang Indonesia belum memiliki data yang akurat mengenai hal ini.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda puas dengan ukuran yang Anda miliki? Sebenarnya, sebagai manusia yang baik, tentu saja kita harus berterima kasih dengan apa yang sudah diberikan kepada kita, bukan?
Memang begitu adanya. Lalu, apakah kita hanya diam saja dengan kekurangan yang kita miliki sekarang ini. Memang, semua ini relatif, tergantung dari perkiraan dan pendapat diri kita masing-masing, dan kita sama-sama sadar dan mengetahui bahwa sebagai manusia kita tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki.

Sebagai langkah awal, untuk mengatasi keragu-raguan mengenai apakah ukuran penis Anda sudah memenuhi standar, ukurlah panjang penis Anda dengan memakai sebuah mistar dengan menggunakan ukuran cm (centimeter) di satu sisi dan menggunakan ukuran inci di sisi yang lain. Lalu, letakkan penggaris di atas penis dalam posisi tegak lurus terhadap sumbu badan, dan dorong penggaris ke arah perut sejauh mungkin. Selanjutnya, renggangkan penis dan beri tanda pada penggaris letak ujung penis. Hati-hati! Sebaiknya Anda jangan melakukan kecurangan untuk diri sendiri.

Anda jangan terpengaruh oleh mitos seks yang mengatakan bahwa tinggi badan dan ukuran telapak kaki mempengaruhi ukuran penis dan dapat dijadikan acuan untuk memperkirakan ukuran penis seorang pria. Itu tidak benar, karena penelitian membuktikan kalau hal tersebut tidak ada hubungannya.

Ditambah lagi, pada sekitar tiga dekade sebelumnya, peneliti seks dari Masters and Johnson Institute di Saint Louis mengemukakan hasil penelitian mereka dan mengatakan bahwa penis yang kecil kemungkinannya untuk lebih panjang saat ereksi adalah besar sekali, ketimbang penis yang berukuran besar. Peneliti ini meneliti sekitar 40 pria yang mempunyai ukuran penis antara 3-3½ inci pada saat lemas.

Terbukti pada saat menjelang orgasme, pria-pria ini mengalami ereksi penuh, dan ukuran penisnya bertambah hingga dua kali lipat. Sementara grup lain yang juga terdiri dari 40 orang pria dengan ukuran penis antara 4 sampai 4½ inci pada saat lemas, dan pada saat ereksi penuh, ukurannya hanya bertambah sekitar 3 inci. Perpanjangan penis tersebut sudah maksimal, tidak lebih, namun bisa kurang dari itu. Nah, dari bukti diatas, Anda semestinya tidak perlu terlalu khawatir dengan ukuran penis yang mini, bukan ?

Sementara di lain hal, janin yang kekurangan hormon androgen sewaktu di dalam rahim sang ibu akan mengalami keadaan yang disebut mikropenis. Saat dewasa, bayi tersebut diperkirakan akan mengalami perpanjangan penis hanya sekitar 1 inci - tidak lebih. Jadi, Anda jangan berkecil hati dengan pria-pria lain, ataupun iri dengan seorang bintang porno Long Dong Silver yang terkenal dengan ukuran penisnya yang berukuran 18 inci saat ereksi.

Jangan buang-buang waktu Anda untuk menyesali apa yang ada pada diri Anda itu. Jangan terpengaruh oleh mereka-mereka yang masih memperdebatkan hal ini, karena perdebatan ini hanyalah gambaran dari kebesaran ego, dan bukan berakar dari permasalahan anatomi.
Kalaupun Anda ingin menilai, nilailah tingkat kepuasan yang ditimbulkan dari penis mini Anda. Kalau perlu, tanyakan pada pasangan Anda apakah Anda sudah memuaskannya.

Jadi, ingat-ingat lagi, jangan melihat penis dari ukurannya saja. Tapi, lihatlah apakah penis Anda dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Hal itu lebih bijak, bukan?